Gibka-S merupakan integrasi dari sistem pertahanan udara portabel manusia, yang digunakan dalam pertempuran oleh infanteri, dengan kendaraan lapis baja Tiger. Satu peleton Gibka-S terdiri dari hingga enam kendaraan tempur dengan peluncur rudal bawaan, ditambah kendaraan pengintai dan pengontrol senjata yang ditempatkan di barisan sebagai bagian dari komando kelompok.
Gibka-S mendeteksi musuh di udara dengan kecepatan hingga 700 meter per detik dalam radius hingga 40 kilometer dan ketinggian hingga 10 kilometer. Deteksi itu ditangani oleh optik elektronik Garmon kompleks, yang terintegrasi ke dalam "otak" sistem tersebut. Mesin ini berbasis kecerdasan buatan, yang memungkinkannya untuk membedakan target dan nontarget disekitarnya secara terpisah, melakukan penguncian, dan kemudian menunggu perintah manusia untuk menghancurkannya.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
DUTERTE BATALKAN PERJANJIAN MILITER DENGAN AMERIKA SERIKAT
ALASAN FREE FIRE ADALAH GIM YANG HARUS DIMAINKAN PADA 2020
------------------------------------------------------------
Senjata ini juga dapat menerima koordinat target dari instalasi dan pusat radar yang lebih kuat, dan menyampaikan seluruh situasi taktis di darat kepada operator manusia. Setiap kendaraan lapis baja Tiger dapat dipasangkan hingga empat peluncur rudal Igla dan Verba di atasnya. Sistem ini dirancang untuk menjatuhkan pesawat, helikopter, dan drone yang terbang rendah dengan pemandu infra merah yang dapat menyasar target hingga jarak enam kilometer. Simak Infografis
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 1.2999 seconds (1#24)