alexametrics

Duterte Batalkan Perjanjian Militer dengan Amerika Serikat

sonny unggara
Minggu, 23 Februari 2020 - 15:00 WIB

Pemerintahan Filipina di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte ingin menjadikan Filipina negara yang independen. Dia pun membatalkan Pakta Kunjungan Pasukan (VFA) dengan militer Amerika Serikat (AS). Itu dikarenakan dia ingin menjadikan Filipina lebih dekat  dengan China-Rusia. Jika VFA berakhir, AS semakin kehilangan kekuatan dan aliansinya di Asia.

 

“Duterte telah memutuskan menarik pakta rotasi pasukan yang telah berlangsung selama dua dekade agar Filipina lebih independen dalam hubungannya dengan negara lain,” kata juru bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, dilansir Reuters. “Presiden tidak akan menghibur segala bentuk inisiatif dari pemerintah AS untuk menyelamatkan perjanjian atau dia akan menerima kunjungan resmi ke AS,” kata Panelo.

 

------------------------------------------------------------

BACA JUGA :

9 POIN KONTROVERSIAL OMNIBUS LAW CIPTA KERJA VERSI KSPI

 

MEME JADI KENYATAAN, BAYAR SPP SEKOLAH KINI BISA MENGGUNAKAN GOPAY

------------------------------------------------------------

 

Keputusan itu dipicu penolakan visa AS kepada mantan kepala polisi yang memimpin perang melawan narkoba selama kepemimpinan Duterte. Nantinya, Duterte juga akan membatasi akses pelatihan AS terhadap tentara Filipina dalam memerangi ekstremisme, bencana alam, dan ancaman keamanan maritim.



(son)
Arsip Info Grafis (Static)
Arsip Info Grafis (Interaktif)
Arsip Info Grafis (video)