Perusahaan dirgantara milik negara Turki mengundang Malaysia untuk bergabung dengan program jet tempur asli Ankara, TF-X. Perusahaan juga mempertimbangkan mengajak Indonesia sebagai mitra potensial dari program pesawat yang oleh Ankara disebut sebagai "jet tempur pertama umat Islam". Turkish Aerospace Industries (TAI) mengembangkan pesawat tempur lokal setelah Ankara ditangguhkan keanggotaannya dari program konsorsium bersama F-35 Joint Strike Fighter yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
CEO TAI, Temel Kotil, mengatakan dia sekarang menunggu balasan Malaysia. Pada tahun lalu, TAI menandatangani nota kesepahaman dengan negara Asia tersebut untuk produksi bersama komposit TF-X. Indonesia sendiri sebelum dilirik oleh Turki, telah mengembangkan jet tempur dengan Korea Selatan yang diberi nama KF-X/ IF-X. Pada 2016 kedua negara menandatangani cost share agreement senilai Rp18 triliun.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
JET-JET TEMPUR ISRAEL RUSAK DITERJANG BANJIR BANDANG
KISAH ORANG-ORANG TERDAMPAR DI BANDARA, TERLAMA 17 TAHUN
------------------------------------------------------------
Di sisi lain, pemerintah Turki ingin menghidupkan kembali pembicaraan dengan perusahaan Inggris Rolls-Royce untuk desain dan produksi TF-X. Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavu?o?lu mengatakan pada bulan Desember lalu bahwa pemerintah ingin bergerak maju dengan kerjasama yang direncanakan dengan Inggris untuk produksi pesawat. Namun, Turki pertama-tama harus memilih mesin untuk TF-X dan kemudian menyelesaikan desain pesawat secara penuh, sebuah proses yang tertinggal dari jadwal. Kesepakatan senilai USD131 juta antara Rolls-Royce dan pabrikan Turki, Kale Group, secara efektif ditunda di tengah ketidakpastian transfer teknologi.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.1311 seconds (1#24)