Pemerintah menjajaki kemungkinan mengevakuasi 78 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kapal pesiar Diamond Princess . Kapal ini tengah dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Untuk itu Indonesia melakukan komunikasi dengan Pemerintah Jepang. Penjajakan pemulangan WNI tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap warganya. Sejauh ini pemerintah masih menunggu laporan dari Kementerian Kesehatan Jepang.
Diamond Princess yang telah dikarantina sejak 3 Februari merupakan kluster terbesar penyebaran virus corona di luar China. Hingga kemarin, dari 3.700 orang berada di dalam kapal, 454 orang di antaranya positif terinfeksi virus corona. Adapun WNI yang berada di tempat yang sama belum ada yang dilaporkan terpapar. Sebagian besar WNI merupakan awak kapal.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
MASIH BANYAK KONTEN NEGATIF, MEDIA SOSIAL PERLU ATURAN KHUSUS
PBB SEBUT SEBANYAK 112 PERUSAHAAN TERKAIT PEMUKIMAN YAHUDI
------------------------------------------------------------
Penyelamatan 3.700 penumpang dan awak kabin di kapal pesiar Diamond Princess menjadi ujian terbesar dunia, selain ujian mengatasi wabah yang menewaskan 1.775 orang di China dan 5 di luar China. Sebelumnya kapal pesiar Diamond Princess harus dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang, setelah seorang pria yang turun di Hong Kong ditemukan terinfeksi virus. Pada Senin lalu pejabat Jepang menyatakan terdapat 99 kasus baru infeksi di kapal pesiar Diamond Princess . Simak data selengkapnya pada infografis.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.5994 seconds (1#24)