PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meluncurkan pembentukan pusat komando antariksa militer AS. Komando antariksa itu akan menjadi komando tempur ke-11 untuk bergabung dengan Komando Pusat AS yang mengawasi operasi pasukan khusus. Komando antariksa yang diberi julukan SpaceCom itu bertujuan menyiapkan AS dalam menghadapi peperangan di luar angkasa. SpaceCom fokus membela kepentingan Amerika di luar angkasa, termasuk atas ratusan satelit yang digunakan untuk komunikasi dan pengÂawasan. Trump juga berbicara mengenai penciptaan Korps Antariksa AS, cabang militer AS di bawah Angkatan Udara, seperti Korps Marinir di bawah Angkatan Laut.
Selama Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet, mereka tidak berperang di antariksa, tetapi mereka menggunakan satelit untuk mengawasi satu sama lain. AS memiliki misil antisatelit yang ditempatkan di Pasifik dan Uni Soviet memiliki senjata yang bisa melakukan pendeteksian melalui satelit yang mengorbit di atas bumi. Salah satu alasan utama militer membutuhkan antariksa karena sebagian satelit berada di sana dan itu menjadi hal penting. Apalagi banyak satelit dimiliki bukan hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta ataupun lembaga nirlaba. Kemudian China telah mengungkapkan bahwa negara itu dapat menargetkan satelit dengan rudal dan Rusia telah menyatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk membuat persenjataan laser berbasis ruang angkasa. Secure World Foundation, lembaga yang menilai perkembangan dan kemampuan militer di antariksa, menyatakan China, Rusia, dan AS memiliki semua senjata uji yang mampu menghancurkan satelit.
Rusia merupakan satu-satunya negara yang sudah mendirikan tentara antariksa bernama Kosmicheskie Voyska Rossii (KVR). KVR merupakan hasil merger antara tentara angkatan udara dan pasukan pertahanan antariksa Rusia. KVR didirikan pada 10 Agustus 1992 dan beroperasi di Plesetsk serta Svobodny Cosmodromes. Persaingan penguasaan atau penaklukan ruang angkasa sudah terjadi sejak 1960-an. AS dan Rusia pernah bersaing menuju bulan untuk menunjukkan keadidayaan mereka.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.1727 seconds (1#24)