Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah daerah dan menimbulkan banyak korban jiwa tak sekadar disebabkan tingginya curah hujan. Diduga kuat, bencana ini dipicu penyalahgunaan lingkungan seperti penambangan ilegal, pencurian kayu hutan, dan alih fungsi lahan tak terkontrol. Banjir bandang dan longsor antara lain terjadi di Kabupaten Lebak, Banten, Kabupaten Bogor , dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat serta Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara. Di Lebak, banjir dan longsor menerjang hingga enam kecamatan, yakni Cipanas, Sajira, Lebakgedong, Maja, Curugbitung, dan Cimarga.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA:
HUJAN DERAS, BANJIR BESAR TERJANG DKI JAKARTA DAN SEKITARNYA
JANGAN PANIK, BERIKUT TIPS UNTUK MENGHADAPI BANJIR
------------------------------------------------------------
Banjir maupun longsor di tiga wilayah tersebut sangat mengagetkan warga karena selama ini wilayah mereka tak pernah sekali pun dilanda bencana yang sangat mengerikan itu. Besarnya air yang datang tiba-tiba beserta lumpur dan batu hingga cepat meluluh lantakkan puluhan desa mengindikasikan air di bagian hulu turun sangat deras.
Di Lebak misalnya, selama ini, kendati hujan sangat deras, Sungai Ciberang tak sampai meluap parah. Bahkan Kecamatan Lebakgedong selama ini dikenal bebas dari banjir. Demikian juga di Kabupaten Bandung Barat, banjir bandan yang menerjang Kecamatan Padalarang dan Ngamprah pada Rabu (1/1) adalah yang pertama kali terjadi. Info lebih lanjut lihat infografis.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.4039 seconds (1#24)