Upaya pemerintah menghadapidampak wabah coronaterhadap perekonomian tidak akan berjalan mudah. Strategi apa pun yang bakal dilakukan sulit mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi 5%. Proyeksi pesimistis ini disampaikan langsungMenteri Keuangan Sri Mulyani. Berdasar perhitungannya, koreksi akibat penurunan ekonomi China sebagai wabah corona dan pengaruhnya terhadap Indonesia mencapai 0,3% hingga 0,6%. Dia pun memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2020 hanya mencapai 4,7%.
Untuk menjaga pertumbuhan tidak tergerus, Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam memberikan vitamin untukmenstimulus perekonomianIndonesia. Satu di antaranya stimulus untuk pariwisata karena pemasukan ekonomi dari sektor tersebut banyak mengalami tekanan.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
JAKARTA BUTUH SOLUSI EKSTREM UNTUK MENGATASI BANJIR
ISRAEL DIHUJANI ROKET GAZA, NETANYAHU ANCAM PERANG HABIS-HABISAN
------------------------------------------------------------
Selain stimulus untuk sektor wisata, dalam rapat terbatas sehari sebelumnya untuk mengatasi persoalan sama, pemerintah juga mengambil sejumlah langkah lain seperti mempercepat realisasi kartu prakerja, penambahan nilai untuk kartu sembako, insentif sektor pariwisata, insentif untuk penerbangan dan agen perjalanan, hingga sektor perumahan dengan nilai anggaran mendekati Rp10 triliun. Simak data selengkapnya pada infografis.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.1412 seconds (1#24)