Selama beberapa dekade terakhir, 23 maskapai penerbangan tumbang atau tidak beroperasi karena faktor keuangan dan kalah bersaing. Pada 2019 saja, setidaknya tiga maskapai tutup yakni Germania, FlyBMI, dan Wow Air. Kini, Norwegian Air sedang berjuang keluar dari krisis keuangan dan posisinya di ujung tanduk.
Maskapai penerbangan bertarif murah yang pertama tumbang adalah Malev. Malev yang didirikan pada 1946, merupakan maskapai nasional Hongaria yang terakhir beroperasi pada Februari 2012. Kebangkrutan itu disebabkan pemerintah enggan mendanai maskapai yang terus merugi. Selanjutnya adalah Kingfisher. Perusahaan penerbangan yang didirikan pada 2005 oleh miliarder flamboyan India Vijay Mallya sebagai bagian dari kelompok bisnis UB Group. Maskapai itu dikenal karena pesawatnya yang penuh warna. Kingfisher berhenti terbang pada Oktober 2012 karena pemerintah India tidak memberi izin karena maskapai tersebut memiliki banyak utang.
Setelah Kingfisher resmi tidak terbang, disusul oleh Transaero. Maskapai ini didirikan pada 1990, Transaero merupakan salah satu maskapai terbesar di Rusia. Sayangnya, Transaero bangkrut karena utang senilai USD4 miliar pada 2015. Dua pesawat Boeing 747-8 yang seharusnya dikirim ke Transaero sebelum ditutup akhirnya dialihkan menjadi pesawat kepresidenan AS atau Air Force One. Berikut selengkapnya maskapai yang kalah bersaing dan tumbang karena faktor keuangan.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.2262 seconds (1#24)