Merespon kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide yang bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada 20 Oktober lalu, Pemerintah Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual kapal perusak (destroyer) kepada Indonesia.
Jika kesepakatan penjualan kapal perusak berhasil, maka akan memberikan momentum bagi ekspor alutsista Jepang dan membantu mewujudkan inisiatif Jepang guna membuat kawasan Indo-Pasifik bebas dan terbuka. Rencana penjualan destroyer ke Indonesia tak lepas dari ekspansi Cina di kawasan Laut Cina Selatan.
Kedua negara sepakat untuk mempercepat pembicaraan bilateral tentang ekspor alutsista dan transfer teknologi. Menteri pertahanan kedua negara pun telah mengadakan telekonferensi lanjutan.
Simak Infografis
(mad)
Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari