Ada Typo di UU Cipta Kerja, Ini Langkah yang Bisa Diambil

Bayu Kurniawan
Selasa, 03 November 2020 - 19:00 WIB

Pakar hukum tata negara Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf mengatakan adanya typo atau salah ketik (saltik) dalam Undang-Undang (UU) No. 11/2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) menunjukkan ketidakcermatan dalam pembentukan UU. Seperti diketahui, setelah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diundangkan masih ditemukan typo.

Di antaranya pasal 6 (halaman 6) merujuk Pasal 5 ayat 1 huruf a. Padahal, di Pasal 5 tidak ada ayat itu. Kedua, kesalahan di Pasal 53 (halaman 757). Ayat (5) pasal itu harusnya merujuk ayat (4), tapi ditulisnya ayat (3).

-------------------------------------------------------------
BACA JUGA:
BESOK BURUH AKAN KEMBALI GERUDUK ISTANA DAN GEDUNG MK

UU CIPTA KERJA KEMBALI BERUBAH DI ISTANA DIAKUI KETUA BALEG DPR
-------------------------------------------------------------

"Setelah ditandatangan, dikasih nomor, dan diundangkan dalam lembaran negara masih terjadi hal demikian. Jadi lagi-lagi kelalaian, kecerobohan, ketidakcermatan terjadi dalam proses ini," katanya saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).



(bay)
Terkait
Lainnya
Interaktif