alexametrics

DroneGun Tactical Senjata Anti Drone untuk Perang Modern

masyhudi
Kamis, 26 Maret 2020 - 07:00 WIB

Saat ini peperangan sudah tidak lagi dilakukan secara terbuka, tetapi secara “diam-diam”. Hal ini untuk mencegah timbulnya korban jiwa yang besar, baik itu dari pihak sipil maupun pihak penyerang. Oleh karena itu, para penggiat perang dewasa ini secara masif menggembangkan peralatan perang yang berbasis nirawak. Kejadian terbaru, terjadi saat Turki menyerang Iran dengan drone ANKA-S nya. Sebab itulah, kebutuhan senjata anti drone kedepannya pasti ikut meningkat seiring banyaknya peperangan yang menggunakan persenjataan nirawak/drone.

 

DroneGun Tactical memiliki kemampuan menghadapi beragam tipe drone. Dengan fitur safe counter measure, alih kendali drone sasaran yang bermuatan bahan peledak dapat dilakukan dengan lebih aman. Drone yang telah dialihkendalikan kemudian dapat didaratkan ke titik aman.

 

------------------------------------------------------------

BACA JUGA :

PESAWAT TEMPUR AU CHINA AKAN DIBERI LAPISAN CAT SILUMAN

 

KAPAL PERANG AS TEMBAKKAN RUDAL DI LAUT CHINA SELATAN

------------------------------------------------------------

 

DroneGun Tactical punya jarak jangkau sampai 1 kilometer, dapat dioperasikan pada berbagai kondisi cuaca, dengan suhu rentang -20 sampai maksimum 55 derajat celcius. Senjata ini bekerja di frekuensi 433MHz, 915MHz, 2.4GHz & 5.8GHz. Jenis sinyal yang dapat ditaklukannya adalah GPS dan GLONASS. Dengan tenaga baterai lithium ion yang dapat diisi ulang, senjata ini mampu digunakan 30 menit secara terus-menerus. Senjata inipun sudah mengusung standar NATO, dan juga sertifikasi ketahanan IP54.



(udi)
Arsip Info Grafis (Static)
Arsip Info Grafis (Interaktif)
Arsip Info Grafis (video)