Penyebaran Paham Terorisme Lewat Media Sosial di Tanah Air

Samsul
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 15:00 WIB

Sel-sel terorisme masih aktif bergerak di Tanah Air. Jika sebelumnya pentolan teroris menyebarkan doktrin jihadis melalui forum pengajian tertutup, kini mereka aktif merekrut calon-calon “pengantin bom” melalui berbagai platform media sosial.

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pun nyatanya tidak membuat jaringan kelompok radikalisteroris menyurutkan semangat dan langkah dalam berkampanye, propaganda, hingga rekrutmen. Keterbatasan jarak dan pertemuan diakali dengan memanfaatkan saluran internet, termasuk media sosial (medsos). Berdasarkan data yang ada dari berbagai lembaga, pengguna internet mencakup beragam usia, dari umur 5 hingga 65 tahun.

------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
PENGAMAT: SECARA AKADEMIS MILITER DI DUNIA MENGHADAPI TERORISME

ISRAEL KIAN KUAT, SKUADRON JET SILUMAN F-35 SIAP TEMPUR BERTAMBAH
------------------------------------------------------------

Penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri terhadap pemuda berinisial AR (21 tahun) di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Jumat, 5 Juni 2020, bisa menjadi alarm. AR diduga mengenal jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui media sosial yakni Facebook dan diduga telah menjadi simpatisan ISIS.
Simak infografis selengkapnya..



(sam)
Terkait
Lainnya
Interaktif