Perebutan Supremasi Antariksa Memanas, Menunggu Siapa Pemenangnya
Minggu, 26 Juli 2020 - 07:00 WIB
China sukses meluncurkan misi tanpa awak ke Mars sebagai misi independen ke planet lain. China ingin menjadi pemimpin global dalam pertarungan di ruang angkasa. Beijing juga ingin menunjukkan kepada dunia kemampuan teknologi dan ambisi untuk menguasai Mars.
Roket pengangkut wahana China itu diangkut dengan Long March 5 Y-4, meluncur kemarin pada pukul 12.41 dari Wenchang Space Launch Centre di Pulau Hainan. Misi itu diperkirakan tiba di Mars pada Februari tahun depan. Misi itu akan menempatkan sebuah wahana penjelajah untuk mengeksplorasi Mars selama 90 hari.
BACA JUGA :
ILMUWAN MENEMUKAN PENYEBAB TERJADINYA SUPERNOVA
ISRAEL DILAPORKAN LUNCURKAN SATELIT MATA-MATA BARU
Jika sukses, Tianwen-2 atau “Pertanyan ke Surga” – sebuah nama puisi yang ditulis dua abad lalu, akan menjadikan China sebagai negara pertama yang mengorbit, mendarat, dan menempatkan penjelajah di Mars . “Ada banyak tantangan ke depan ketika wahana itu mendekati Mars,” kata Liu Tongjie, juru bicara misi Tianwen-2, dilansir Reuters.
Simak Infografis
Roket pengangkut wahana China itu diangkut dengan Long March 5 Y-4, meluncur kemarin pada pukul 12.41 dari Wenchang Space Launch Centre di Pulau Hainan. Misi itu diperkirakan tiba di Mars pada Februari tahun depan. Misi itu akan menempatkan sebuah wahana penjelajah untuk mengeksplorasi Mars selama 90 hari.
BACA JUGA :
ILMUWAN MENEMUKAN PENYEBAB TERJADINYA SUPERNOVA
ISRAEL DILAPORKAN LUNCURKAN SATELIT MATA-MATA BARU
Jika sukses, Tianwen-2 atau “Pertanyan ke Surga” – sebuah nama puisi yang ditulis dua abad lalu, akan menjadikan China sebagai negara pertama yang mengorbit, mendarat, dan menempatkan penjelajah di Mars . “Ada banyak tantangan ke depan ketika wahana itu mendekati Mars,” kata Liu Tongjie, juru bicara misi Tianwen-2, dilansir Reuters.
Simak Infografis
(mad)