DI dunia ini terdapat 13.885 senjata nuklir, baik aktif dan cadangan yang dimilliki sembilan negara, mulai dari Rusia, Amerika Serikat, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel. Itu menunjukkan kegagalan dunia internasional menghalangi perkembangan senjata nuklir. Tidak ada sinyal kalau perlombaan nuklir akan menunjukkan ekskalasi penurunan.
Amerika Serikat (AS) tetap mempertahankan penempatan senjata nuklirnya di lima negara anggota NATO, yakni Italia, Jerman, Belgia, Belanda, dan Turki. Itu menunjukkan ancaman perang nuklir kedepannya semakin nyata. China memiliki 290 senjata nuklir dan mengembangkan senjata nuklir sendiri. Beijing menerapkan kebijakan “tidak menggunakan yang pertama” yang berarti senjata nuklir untuk merespons serangan nuklir dari negara lain. Kemudian, Inggris memiliki 200 senjata nuklir dan hanya bisa diluncurkan dari kapal selam Vanguard dengan program misil Trident. Inggris juga membagi perlindungan nuklirnya dengan sesama anggota NATO.
Adapun Pakistan memiliki 160 senjata nuklir. Mereka juga mengembangkan misil berkekuatan nuklir yang diluncurkan dari kapal selam. Pakistan bisa mengirimkan senjata nuklirnya dari darat dan udara. Meskipun menghadapi sanksi, Pakistan terus mengembangkan senjata nuklir dibandingkan negara lain. Musuh bebuyutan Pakistan, India, memiliki 140 senjata nuklir. Mereka bersitegang dengan India dengan permasalahan utama pada Kashmir yang menuntut kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan. Karena konflik dengan Pakistan, banyak pakar mempertanyaan kebijakan India untuk “tidak menggunakan yang pertama kali” untuk menyerang.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.1722 seconds (1#24)