Awal tahun ini menjadi saat yang melegakan bagi industri sawit nasional. Bagaimana tidak, setelah dua tahun berturut-turut tertekan, harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) kini mulai menunjukkan tajinya. Pada perdagangan Kamis pekan lalu (16/1/2020), harga CPO kontrak di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) berada di level RM2.943 (USD723) per ton. Memang harga itu telah menurun dibandingkan pada harga Jumat di pekan sebelumnya yang bertengger di angka RM3.095 (USD761,17).
Toh tetap saja, level RM2.943 terbilang tinggi sejak Januari 2017. “Sekarang naik, kami bersyukur ada yang mengompensasi selama dua tahun terakhir,” kata Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), kepada SINDO Weekly, Kamis pekan lalu (16/1/2020). Ada banyak faktor yang membuat harga minyak sawit melonjak. Dari luar negeri, gesekan politik antara Malaysia dan India terkait masalah Khasmir telah membakar harga CPO. Pemerintah India mengeluarkan kebijakan kepada dunia usahanya agar tak mengekspor minyak sawit dari Jiran. “Ada permasalahan India dan Malaysia, maka yang diuntungkan otomatis harga CPO untuk di Indonesia ini langsung naik,” kata Bhima Yudhistira, ekonom Indef, Selasa pekan lalu (14/1/2020).
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
PENUH KHAYALAN, KERATON DADAKAN MUNCUL DI BERBAGAI DAERAH
KAWASAN MONAS MULAI TAHUN INI DIPOLES BESAR-BESARAN
------------------------------------------------------------
Selain itu, Negeri Hindustan juga memberlakukan kebijakan tarif baru terhadap impor minyak sawit dan turunannya. India sebagai pembeli minyak nabati terbesar di dunia melakukan pemangkasan pada pajak impor CPO dan minyak sawit olahan. Pajak impor CPO diturunkan menjadi 37,5% dari 40%. Sementara, pajak untuk berbagai produk olahan minyak sawit menjadi 45% dari 50%. Informasi tersebut tentu menjadi kabar baik untuk CPO. Pasalnya, India mengandalkan impor minyak nabati untuk memenuhi 70% kebutuhan domestiknya. Dua pertiga impor minyak nabati tersebut disumbang minyak sawit dan olahannya. Pemangkasan pajak impor tersebut berpotensi untuk mendorong impor CPO dan olahannya oleh India.
Selengkapnya lihat infografis.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.1623 seconds (1#24)