SERI A telah resmi mulai bergulir. Dibandingkan enam atau lima kompetisi terbaik Eropa, kompetisi sepak bola tertinggi Italia ini belakangan memulai laga. Sama seperti reputasi mereka sebagai kompetisi terbaik, yang tahun demi tahun terasa terus mundur. Mulai dari sisi persaingan di Liga Champions atau Liga Europa sampai pamor di depan penggemar. Seri A bisa dianggap berada pada periode di bawah Liga Primer, Primera Liga, bahkan Bundesliga. Semua dimulai saat Seri A lebih sering dicitrakan negatif karena skandal suap, korupsi, dan pengaturan skor yang melibatkan puluhan klub, pemain, wasit, hakim, hingga politisi yang dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis atau lebih dikenal dengan istilah Calciopoli.
Setelah itu, Seri A tidak lagi menjadi magnet untuk para pemain besar dan peraih gelar terbaik Eropa. Para pemain terbaik lebih banyak datang dan berada di Primera Liga dan Liga Primer. Bahkan Bundesliga serta Ligue 1. Tahun ini Seri A sedang berupaya memulihkan reputasinya. Bisa dianggap inilah salah satu musim dengan start dan prediksi liar. Meski Juve tetap dominan dari sisi transfer dengan mendatangkan pemain besar, pergantian pelatih bisa membuat peta menjadi berbeda. Maurizio Sarri ke Juve menggantikan Massimiliano Allegri, Conte menukangi Inter Milan, dan Napoli masih setia bersama Carlo Ancelotti. Inter juga mulai efektif dalam pembelian.
Langkah rival Juve mendatangkan pemain bintang juga diharapkan bisa menghidupkan persiangan. Saat Juve memboyong Matthijs de Ligt dan Aaron Ramsey (Juve), Inter berhasil mendapatkan Romelu Lukaku ditambah ambisi memboyong Alexis Sanchez bisa membuat I Nerazzurri menjadi kompetitif. Selain pemain dan pelatih, ide lain mengangkat pamor Seri A adalah menggeser jam tayang. Keinginan itu disuarakan Juve. Juve ingin kick-off pertandingan dimulai lebih awal demi penonton Asia. Setiap pertandingan dalam dua minggu pertama dimulai pada tengah malam atau lebih lambat di Beijing, China.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.3796 seconds (1#24)