FOKUS dalam membangun bisnis memang menjadi hal utama. Tapi, justru banyak miliarder yang bergerak di bidang teknologi dan media sosial justru mengawali bisnis mereka sebagai bisnis sampingan. Saat geliat bisnisnya sudah menunjukkan pergerakan positif, mereka pun memfokuskan diri.
Kevin Systrom, yang mendirikan Instagram dan telah menyatakan keluar dari perusahaan itu setelah dibeli Facebook senilai USD1 miliar pada 2012, ternyata mendirikan bisnis itu sebagai usaha sampingan. Setelah lulus dari Stanford, Systrom bekerja di Google. Setelah tiga tahun di Google, Systrom bekerja di start-up Nextstop yang diakuisisi Facebook pada Juli 2010. Saat bekerja di Nextstrop inilah Systrom juga mengembangkan aplikasinya sendiri yang diberi nama Burbn. Aplikasi itu mampu mengombinasikan jejaring sosial dan berbagi foto bersama. Nama Burbn berubah menjadi Instagram pada Oktober 2010. Nama itu adalah kombinasi dari “”instan” dan “telegram”.
Cerita berbeda datang dari bos Facebook. Pada 2003 saat masih menjadi mahasiswa Universitas Harvard, Mark Zuckerberg, menciptakan Facemash yang mengizinkan mahasiswa memberikan penilaian kepada mahasiswa lain berdasarkan ketertarikan. Facemash kemudian berubah menjadi The Facebook pada 2004, dan seperti yang diketahui Zuckerberg berhenti kuliah untuk fokus mengembangkan Facebook. Berikut miliarder yang mengawali bisnis mereka sebagai bisnis sampingan.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.3992 seconds (1#24)