Manchester United (MU) telah membeli bek Leicester City Harry Maguire seharga 80 juta poundsterling (Rp1,39 triliun). Harga yang membuatnya menjadi pemain belakang termahal sejagat. Semua tentu memiliki argumentasi, tapi pertanyaan besarnya adalah apakah memang dia layak dihargai se tinggi itu. Jika dilihat dari data opta yang dirilis BBC, ada alasan pembenaran jika pemain berusia 26 tahun itu pantas diberi nilai mahal. Setidaknya, jika dikomparasikan dengan bek-bek terbaik Eropa, seperti Sergio Ramos, Virgil van Dijk, Gerard Pique, atau Samuel Umtiti.
Setidaknya, Maguire bagus dalam duel udara, tekel, dan akurasi passing yang lumayan karena berada di angka 71%. Sementara jika dibandingkan dengan pemain belakang MU lainnya, nilai Maguire terlihat layak diberi label tinggi. Premier League 2018-19 per 90 menit. Maguire unggul duel udara, clearances , dan akurasi passing dibandingkan Victor Lindelof, Chris Smalling, Phil Jones, dan Eric Bailly. Semua statistik memperlihatkan jika Maguire memiliki kelas di atas bek tengah The Red Devils lainnya.
Masalahnya, MU tidak boleh lupa bahwa pemain Inggris kadang memiliki kadar nilai lebih tinggi dibanding kualitas sebenarnya. Ada jebakan dari kualitas pemain mahal asli Inggris. Sebab tidak semua pemain Inggris berharga mahal berkontribusi besar pada timnya. Misalnya Luke Shaw yang dibeli MU dari Southampton sebesar 39,7 juta euro pada musim 2014. Danny Drinkwater yang didatangkan Chelsea dari Leicester dengan banderol 37,9 juta euro, dan Andy Carroll (41 juta euro) ke Liverpool. Nama-nama tersebut bisa dikatakan gagal bersinar meski memiliki banderol mahal.
Berikut perbandingan performa Maguire dengan para bek top Eropa.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.2534 seconds (1#24)