Jadwal penerbangan maskapai Sriwijaya Air di beberapa bandar udara (bandara) di Indonesia mengalami masalah. Penyebabnya, terhentinya layanan kebandarudaraan yang dilakukan PT Gapura Angkasa. Akibatnya kegiatan ground handling, check-in, dan aktivitas penunjang penerbangan lainnya harus dilakukan secara mandiri oleh Sriwijaya Air.
Terganggunya penerbangan akibat keputusan PT Gapura Angkasa yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II itu menyebabkan penumpukan penumpang di beberapa bandara, khususnya bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Manajemen Garuda Indonesia menegaskan, saat ini Gapura Angkasa menetapkan pembayaran di depan untuk beberapa layanan jasa kebandarudaraan. “Sebenarnya Gapura Angkasa tetap melayani, tetapi mereka (Sriwijaya Air) harus bayar cash di depan. Mungkin karena masalah utang piutang yang semakin besar,” tegas Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin. Menurut Ikhsan, Sriwijaya Air masih memiliki utang kepada Garuda Indonesia Group. Yang paling besar utang kepada anak usaha Garuda, yakni PT Garuda Maintenace Facility (GMF) Aero Asia Tbk untuk biaya perawatan pesawat. “Memang utang yang besar masih ke GMF,” ungkapnya. Simak data infografis selengkapnya.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.2084 seconds (1#24)