Elon Musk berencanakan mengirimkan 42.000 satelit Starlink dengan nilai investasi mencapai USD60 miliar (Rp844 triliun). Itu menambah daftar panjang perusahaan yang berkeinginan mengirimkan ribuan satelitnya, seperti Amazon, Blue Origin, dan OneWeb. Ambisi pendiri SpaceX bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan internet dan telekomunikasi di seluruh dunia. Proyek Starlink tersebut menunjukkan 20 kali lipat jumlah satelit yang telah beroperasi saat ini. Itu juga hampir lima kali lipat jumlah pesawat antariksa yang dikirim sejak 1957.
Nilai investasi proyek tersebut menjadi perhatian karena inisiatif itu membutuhkan dana senilai USD60 miliar. Itu merupakan asumsi yang dikeluarkan oleh bank investasi Morgan Stanley. Analisis itu dengan perkiraan biaya USD1 juta untuk masing-masing satelit atau sekitar USD50 juta untuk setiap peluncuran 60 satelit. Sebelumnya, SpaceX dilaporkan meminta International Telecommunication Union tentang izin penambahan peluncuran 30.000 satelit Starlink. Melansir Space.com, 42.000 satelit Starlink akan mengubah populasi orbit bumi yang dipenuhi satelit.
Saat ini, sebanyak 2.000 satelit beroperasi mengelilingi bumi atau lebih sedikit dibandingkan 9.000 satelit yang pernah diluncurkan pada Abad Antariksa pada 1957. Konstelasi Starlink kini sedang disusun. Pada Mei silam, SpaceX sudah meluncurkan 60 satelit di jaringan. Mereka akan meluncurkan 60 satelit lainnya sebelum akhir tahun ini. Lihat info selengkapnya pada infografis.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.1831 seconds (1#24)