Pemerintahan Filipina di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte ingin menjadikan Filipina negara yang independen . Dia pun membatalkan Pakta Kunjungan Pasukan (VFA) dengan militer Amerika Serikat (AS). Itu dikarenakan dia ingin menjadikan Filipina lebih dekat dengan China-Rusia. Jika VFA berakhir, AS semakin kehilangan kekuatan dan aliansinya di Asia.
“Duterte telah memutuskan menarik pakta rotasi pasukan yang telah berlangsung selama dua dekade agar Filipina lebih independen dalam hubungannya dengan negara lain,” kata juru bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, dilansir Reuters. “Presiden tidak akan menghibur segala bentuk inisiatif dari pemerintah AS untuk menyelamatkan perjanjian atau dia akan menerima kunjungan resmi ke AS,” kata Panelo.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
9 POIN KONTROVERSIAL OMNIBUS LAW CIPTA KERJA VERSI KSPI
MEME JADI KENYATAAN, BAYAR SPP SEKOLAH KINI BISA MENGGUNAKAN GOPAY
------------------------------------------------------------
Keputusan itu dipicu penolakan visa AS kepada mantan kepala polisi yang memimpin perang melawan narkoba selama kepemimpinan Duterte. Nantinya, Duterte juga akan membatasi akses pelatihan AS terhadap tentara Filipina dalam memerangi ekstremisme, bencana alam, dan ancaman keamanan maritim.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.5265 seconds (1#24)