LAMBORGHINI menjadi pabrikan terbaru yang membuat mobil sport hibrida setelah Ferrari dengan Ferrari LaFerrari, Porsche dengan Porsche 918 Spyder, dan McLaren dengan McLaren P1. Lamborghini mengaku tidak akan menggunakan teknologi yang sudah ada dalam membuat mobil baru. Termasuk, ketika melangkah ke dunia elektrifikasi dengan Lamborghini Sian.
Lamborghini tidak menggunakan teknologi hibrida saat ini, yaitu baterai. Mereka memakai supercapacitor yang mampu menginduksi mesin V12 dengan tenaga maksimal 785 daya kuda menjadi 819 tenaga kuda. Baterai mobil hibrida adalah litium ion yang mengalirkan tenaga ke mesin, sementara supercapacitor seperti power bank yang bisa mengalirkan listrik dalam jumlah yang besar. Supercapacitor milik Lamborghini Sion memiliki kekuatan 48 volt yang bisa mengantarkan tenaga 34 daya kuda.
Hebatnya, supercapacitor tidak mengalami penurunan performa seiring pemakaian, penggunaannya juga praktis karena tidak membutuhkan colokan listrik untuk mengisi tenaga. Lamborghini menggunakan teknik regeneratif untuk mengisi tenaga supercapacitor itu. Setiap kali melakukan pengereman, seluruh energi yang terbentuk langsung dialirkan ke supercapacitor. Berikut perbandingan Lamborghini Sian yang baru diperkenalkan pada ajang Frankfurt MotorShow 2019 dibanding dengan supercar lain yang lebih dulu memakai teknologi hibrida.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.2588 seconds (1#24)