Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis 112 perusahaan yang memiliki keterikatan bisnis dengan pembangunan permukiman Yahudi di Timur Tengah. Laporan tersebut memicu kemarahan Israel dan menjadikan Palestina untuk membuat langkah hukum terhadap perusahaan itu.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA :
TAK HIRAUKAN SANKSI PBB, KORUT TERUS TINGKATKAN PROGRAM NUKLIR
VIRUS CORONA MEMBUAT WARGA SINGAPURA SEMAKIN PANIK
------------------------------------------------------------
Laporan panjang yang dikeluarkan di Jenewa menyebut 94 perusahaan berdomisili di Israel dan 18 perusahaan berasal dari enam negara, seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Luksemburg, Belanda, Thailand, dan Prancis. Beberapa perusahaan berskala internasional yang terlibat adalah Airbnb, Booking.com, Expedia Group, dan Motorola Solutions.
Sekitar 600.000 penduduk Yahudi tinggal di 140 permukiman yang dibangun sejak penduduk Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur pada 1967. Palestina telah berjuang keras untuk penghentian pembangunan permukiman Yahudi . Mereka beranggapan Tepi Barat dan Jerusalem Timur adalah wilayah bagi negara Palestina yang merdeka.
Simak data selengkapnya pada infografis.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
viewphoto/ rendering in 0.6005 seconds (1#24)