Panglima militer Israel memperingatkan pemerintahan Joe Biden agar tidak bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran 2015, bahkan jika Amerika Serikat (AS) memperkuat persyaratannya. Ia menambahkan dia memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan persiapan untuk kemungkinan tindakan ofensif terhadap Iran.
Dalam pidatonya di Institute for National Security Studies, Letjen. Aviv Kohavi mengatakan kesepakatan kembali, meskipun dengan beberapa perbaikan, sangat buruk secara operasional dan buruk secara strategis.
------------------------------------------------------------
BACA JUGA:
LAWAN IRAN, OPERASI KOMANDO PUSAT AS MENCAKUP ISRAEL
IRAN TEMBAKKAN RUDAL SAMBIL DIAWASI KAPAL SELAM NUKLIR AS
------------------------------------------------------------
Kohavi mengatakan bahwa mengingat ancaman yang ditimbulkan oleh Iran , militer Israel akan bersiap untuk menyerang sendiri jika diperlukan. “Saya perintahkan militer untuk menyiapkan sejumlah rencana operasional selain yang sudah ada,” katanya.
Copyright © 2025 SINDOnews.com, All Rights Reserved
photo/ rendering in 0.2923 seconds (1#24)